parenting

FAQ: toys for kids under 2 yo

Selain sebagai stay at home mom atau yang dikenal dengan istilah SAHM, saya juga menjalankan aktivitas jualan online. Apa sih yang dijual? Dari sekian pengalaman jualan ini itu, produk anak yang paling langgeng. πŸ˜‚ πŸ™ˆinget banget dulu udah pernah jualan kripset, seblak, hijab, baju muslim, semuanya ga ada yang balik modal. 😁 Memang kuncinya adalah sukaaaa pada produk yang dijual ya. Saya meyakini sekali apa yang saya jual bermanfaat bagi orang lain, maka saya meyakini bahwa produk saya bernilai untuk dibeli. Jadi pede deh jualannya hahaha

Eh balik lagi ya ke produk anak, belakangan saya fokus untuk menjual mainan edukatif dan buku anak. Nah, dikarenakan saya selalu posting mainan edukatif dan materi parenting, alhamdulillah banyak teman-teman yang konsultasi tentang “mainan apa yang cocok untuk anak mereka.” Dikarenakan usia anak mereka juga rata-rata sama dengan ihsaan (kurang dari 2 tahun), sejauh ini belum ada produk elhana yang sesuai. Karena baik busy bag maupun busy book diperuntukkan anak usia minimal 2 tahun. Paling cepet 18-20bulan. 

Karena nih ya, anak usia 2 tahun ini lagi seneng-senengnya sama hal yang konkrit untuk mengasah sensorimotoriknya. Makanya jangan heran kalau anak kok ya anteng banget pas ngubek-ngubek isi kulkas dan perkakas dapur. #curhat πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» Rentang usia ini mereka ingin mengeksplor banyak hal.


Jadi ibu ihsaan mau kasih saran, untuk mainan edukatif anak usia di bawah 2 tahun bisa dirancang sendiri mainannya. Misalnya: 

  • sensorik (indra penglihatan): botol plastik diisi air dan waterbeads warna warni (ini untuk usia di bawah setahun juga bisa). Botol bisa kita goyang-goyangkan agar waterbeadsny bergerak
  • Sensorik (indra pendengaran): 2 botol plastik yang satu kita isi dengan beras sedangkan yang satu kita isi dengan air. Akan terdengar bunyi yang berbeda. Atau tambahkan beberapa botol lainnya, dengan isi yang berbeda-beda . Bisa juga menggunakan kemasan bekas yak*ult, ini lebih handy di tangan anak.
  • Fun nature walk. Jalan-jalan melihat pemandangan di sekitar itu selain sensorik, motorik, juga bisa untuk mengasah kognitif anak. Dan untuk kognitif ini saya lebih senang follow up dengan membacakan cerita di buku. Misalnya ketika melihat kucing, kita dan anak amati lalu kita beritahu tentang suaranya, nama binatang apa itu. Kemudian setelah di rumah kita bisa tunjukkan gambar kucing, insya Alloh anak akan merespon dengan mencoba meniru suara kucing atau minimal menunjuk binatang mana yang disebut kucing.
  • Ide-ide lainnya bisa dicari di pinterest, buku rumah main anak, atau buku ide diy mainan lainnya. Hal paling penting adalah kita bisa membersamai anak untuk bermain. Mereka akan belajar ketika bermain. 

Children learn as then play. Most importantly, in play children learn how to play (O. Fred Donaldson)

    parenting

    Change your photo gallery on your smartphone with the real one πŸ˜‰

    Buibu tahu ga kalau anak usia 0-2 tahun disarankan tidak memiliki “screen time”?

    Kenapa ya?

    Karena pada usia 0-2 tahun, perkembangan kognitif anak berada pada tahapan sensorimotor yang artinya anak butuh input sensori untuk belajar. Input itu berupa benda nyata yang bisa dipegang, diamati, dan diutak-atik. American Academy of Pediatrics merekomendasikan orangtua untuk memberikan aktivitas-aktivitas β€œdunia nyata” yang dapat merangsang perkembangan sensorimotor anak. 

    Pembahasan  ini pada grup whatsapp rumah main anak minggu lalu seakan menjadi jawaban atas keresahan saya dan suami atas perilaku ihsaan yang suka “tantrum” ketika smartphone saya ambil darinya. 

    Sebenarnya isi yang dilihat dari hp juga ga jauh dari galeri foto dan video ihsaan. Hmmm… lho kok mengagumi diri sendiri sih nak? 😌😌 

    Qadarullah saat sesi diskusi ada yang bertanya sekaligus curhat tentang kondisi yang mirip dengan saya. Jawaban dari narasumernya begituuuuuu mencerahkan. Ganti dengan album foto. 😍😍😍 hwaaa kok ga kepikiran sih? Sebenernya suami udah pernah kasih saran sih, tapi rasanya jadi lain ya kalau pakar yang ngasih solusi hahaha…. (maafkeuuun ya yah πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜πŸ˜)

    Nah, akhirnya kami pun follow up dengan beli album foto berwarna biru, stiker-stiker gemess , kertas foto dan PRINTER.  Yess! Akhirnya dibeliin printer sama ayah ihsaan. 😘😘 seneeeng pisan. 

    Malamnya, setelah ihsaan tertidur. Saya dan suami mengerjakan project “Ihsaan’s story book”. Isinya terdiri dari foto-foto ihsaan dari jabang bayi sampai sekarang. Nah, untuk preambulnya diputuskanlah foto saya dan suami ketika menikah.

    A: “Bu, pakai foto yang mana nih?” *sambil buka-buka folder foto nikahan di laptop

    I: “Pakai foto yang ibu mirip Marshanda yah!”

    A: *ngakak asli ngakak pisan * πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ kalau gitu ayah Ben Kasyafani dong?

    I: “ibu kan emang mirip yah di foto itu.  Asalnya di infotainment, pas marshanda nikah terus ada adegan ngangkat buku nikah itu mirip sama ibu.” *keukeuh 😁😁😁

    Honestly, saya emang ngerasa mirip. Perasaan apa emang perasaan saya ya. Ada kok adegan Marshanda kayak gini. Ini lho foto yang jadi bahan ketawaan suami. πŸ˜πŸ˜πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»

    Akhirnya, foto demi foto pun kami pilih. Taraaaammm… jadi deh story book buat ihsaan. Sengaja saya tambahkan teks, biar berasa BAB πŸ˜… (Bukan Album Biasa πŸ™ˆπŸ˜).


    Dan project ini sakseeeeesss buat hold keinginan ihsaan buat otak atik gadget. Nah, buibu ada yang punya masalah sama dengan saya? Semoga cerita saya ini bisa mencerahkan yaaa 😘😘
    Salam ibu ihsaan

    Ibu pembelajar 

    Uncategorized

    The power of Emak-emak

    Wanita adalah makhluk yang lemah. Beuuh… quotes basi menurut saya mah. Dan kalau ada wanita yang merasa dirinya lemah, hai dirimuuu bangunlah! Hehe… ceritanya menggebu-gebu nih 😌😌😌

    Setelah jadi ibu muda yang lebih pasnya disebut emak rempong. Saya jadi tahu bahwa saya kuat. Ya, kuat dalam arti sebenarnya. 

    Ngangkat galon, tabung gas, beras? okay! Gendong sebelah tangan ihsaan yang notabenenya di atas 11kg sambil naik tangga dan tangan sebelahnya lagi bawa tumpukan baju? okay! Gendong ihsaan di pinggang sambil tangan kanan oseng-oseng di wajan?okay! Bangun pagi siapin sarapan lanjut beres-beres rumah terus nyuci baju nyetrika tanpa ART? Okay! Ternyata banyak yang “okay!” Saya awalnya mengenali dan menilai sendiri sebagai sosok yang dependence pada orang lain terutama pasangan. Ternyata ketika saya harus hanya berdua saja dengan ihsaan saya menemukan kekuatan yang saya tidak pernah tahu sebelumnya.

    Saya pun bisa melawan ketakutan saya ketika menjadi seorang ibu. Saya mengenal diri sebagai seorang penakut , qadarullah saat ini suami yang bertugas di Medan selalu dinas keluar kota (apalagi bulan ini banyak banget 😭😭) ternyata saya berani untuk tinggal berdua di rumah dengan ihsaan. Saya yang takut gelap, harus tetap tenang ketika di depan Ihsaan. Karena saya sedang mendidik ihsaan, dan saya tidak mau ihsaan menjadi penakut seperti saya. 

    Terima kasih ya Alloh, alhamdulillah dengan hadirnya ihsaan Kau telah memberikan jalan bagi saya untuk menemukan diri saya yang lebih kuat dan insyaAlloh lebih baik. Aamiin