Ayah Ihsaan, Pillow talk

pillowtalk #ayahdanibuihsaan: “Yah, What next?”

Pillow talk antara saya dan suami selalu jadi moment yang saya suka. Berasa muda dan berasa juga jadi pasangannya. Meskipun yang kami bicarakan tidak melulu hal-hal yang indah malah seringnya jadi ajang evaluasi saya (yang masih anti-kritik :D), tapi tetap menjadi favorit saya. Karena apa? Karena di moment itulah kami bisa bertukar pikiran, pendapat, mengingatkan mimpi satu sama lain, dan menyamakan visi misi yang akan kami ambil di masa yang akan datang. Alhamdulillah output yang sering dihasilkan dari pillow talk ini adalah sebuah kemajuan. Ya, perubahan untuk menjadi lebih baik.

Sabtu malam kemarin, kami berbincang-bincang banyak hal (sampai-sampai saya akan menuliskannya dalam 2 atau mungkin 3 postingan hahaha). Salah satunya adalah apa yang ingin kamu capai dalam 5 tahun ke depan?

Ini bukan tentang rancangan pencapaian saya, tetapi ayah ihsaan (suami saya). Dulu, ketika kami sedang mempersiapkan pernikahan, dia menceritakan apa yang menjadi mimpinya. Mungkin waktu itu dia ngarang juga sih, tapi saya Aamiin-i dan saya berusaha terus mengingatkan mimpi-mimpinya. Meskipun kadang dia komentar “emang ayah cita-citanya gitu ya bu?’ Tuh kan kelihatan banget ngarangnya. Hehe

Tapi, benang merah dari mimpinya selalu konsisten kok meskipun dalam perjalanannya ada sedikit  revisi. Hal yang saya ingat adalah dia bermimpi dalam waktu 5 tahun harus sudah jadi manager. Alhamdulillah di tahun ke 4 menuju tahun ke-5, target tersebut terpenuhi. Dan sayangnya detail target dia yang saya gambarkan dalam kartu ucapan tidak saya foto dan dijadikan tulisan di blog, alhasil ketika kartunya ketinggalan di Tangerang (sedangkan saya di Medan), saya ga bisa refresh ingatan deh. Heu…

Intinya dia punya target untuk jadi direktur BUMN, melakukan change management di BUMN Indonesia yang perlu dibenahi dan akhirnya maju. Makanya doi ngefans sama Emir satar dan Ignatius Yonand yang udah berhasil melakukan perubahan yang besar di dua BUMN Indonesia. Setelah sukses jadi direktur BUMN, dia mau deh terima undangan jadi dosen tamu yang rutin ngasih kuliah di kampus.  Hahaha…memang ayah ihsaan ini punya passion di “people development” , jadi mengajar memang jadi hal yang dia mimpikan. Dia ingin berbagi pengalaman tentang apa yang dia lalui secara praktis di lapangan bukan hanya sebatas teori manajemen. Semoga mimpi ayah ihsaan terwujud ya (Aamiin *pakai toa).

Tapiiiii….

Untuk mencapai posisi direktur itu tentunya perlu pengembangan diri dan proses yang tidak mudah tentunya. Makanya sebagai istri yang baik (ehem), saya mencoba mengingatkan mimpinya dengan cara bertanya “terus, what next yah?”

Alhamdulillah, pertanyaan singkat bin simple itu mujarab juga. Akhirnya sleeping giant terbangun dan menjawab “Iya bu, ayah harus ngembangin diri dan ayah sepertinya butuh coach.”

Berlanjutlah perbincangan kami tentang siapa saja yang bisa diperhitungkan sebagai private coach dia (mulai dari selebgram yang sholeh nan sukses, coach berbayar, boss nya doi, sampai dengan boss kantor sebelah). Seru! Soalnya ibu ihsaan berasa review materi kuliah jaman MM kemarin. Hihihi…Alhamdulillah masih ada yang nyangkut ternyata.

Memang sampai hari ini, belum ada rancangan secara rinci tentang langkah apa yang harus dia ambil untuk mewujudkan mimpi dalam karirnya. Namun, tenang ya yah. InsyaAlloh ibu akan mendampingi dengan setia dan mengingatkan (nyerewetin lebih tepatnya) tentang mimpi ayah.

Semoga kita juga bisa merancang dengan rinci tentang langkah apa yang harus kita ambil untuk kebahagiaan yang hakiki di akhirat kelak. Aamiin.

Selamat malam!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s