Cerita Ihsaan, Ibu Ihsaan, Ihsaan jalan jalan, Review Ibu Ihsaan

Jalan-jalan hemat ke Singapore ala #ayahibudanihsaan

September 2016 yang  lalu, #ayahihsaan mengajak kami (baca: #ibudanihsaan) untuk ikut ke Batam. Pergi ke Batam saja sudah jadi surprise pertama dari ayah. Awalnya ayah hanya mengirim screenshot pict tiket trav*loka. Spontan ibu balas pesan ayah dengan “Kok weekend kerja lagi sih?” dengan kesal, karena minggu sebelumnya ibu dan ihsaan ditinggal pergi ke luar kota karena ayah ada training dari kantor. Kemudian, ayah membalas pesan ibu dengan sangaaaaaattt manis. “Itu tiket buat ibu sama ihsaan kok.” Sederhana banget kok kalimatnya, tapi bikin senang.titik.  Yeaaaa jalan-jalan! Ini perjalanan pertama kali ibu ke Batam. Wooohoooo!!!

Sepulangnya dari kantor (waktu itu hari senin), ayah kasih tahu ibu supaya PASPOR jangan lupa dibawa.Hmmm….yeaaaa kita ke Singapore dong ya? IYA. Bener banget. Ini surprise ayah yang kedua. Ibu senang sekali. Langsung ibu masukin paspor #ayahibudanihsaan ke koper biar ga ketinggalan. Ternyata lagi, supaya ibu dan ihsaan berasa liburannya dan lihat pemandangan resort yang indah di Batam ayah booking hotel di Harris Resort yang sebenernya jauh dari kantor ayah. Jazakallah khayran katsiron ayah. Ibu agak mellow deh pas denger komentar ayah yang balas ucapan terima kasih ibu bukan dengan “sama-sama”, tapi “maaf ya ayah ga bisa ngajak jalan-jalan yang gimana banget.” L Sediih deh. Segitu aja yang kemarin udah “uyuhan pisan”. Jaaaauuuuuh dari ekspektasi ibu.

Oiya balik lagi ke pengalaman “SHORT ESCAPE” ala ala keluarga ayah ihsaan yaa…

Jumat ayah pulang larut malam banget, karena memang agenda full ya. Tapi ya gitu deh, ibu worry ayah kecapekan besoknya karena kita ngincer keberangkatan ferry yang paling pagi, tapi memang keesokan harinya ihsaan susah banget dibangunin, Alhamdulillah kita masih kebagian pagi walaupun bukan yang paling pagi. Itu pun dengan sedikit drama sih. Kami sampai dari Harbour bay pukul 07.25 sedangkan kapal akan berangkat pukul 07.30.  Ayah simpan barang di concierge hotel di pelabuhan dan ibu check in counter, itu pun dengan memelas ke petugasnya, dan ibu langsung cuss ke check in di pelabuhan. Alhamdulillah masih mau ditungguin walaupun pas ke bagian imigrasinya petugas agak gimana gitu karena jadi nambah kerjaan kan ya padahal waktunya udah habis. Terima kasih banyak ya mas dan mba, semoga jadi lading pahala. Kami pun berlari (acting lari sih sebenernya, hehe) soalnya penumpang di ferry udah pada ngelihatin yang kalau diartikan “Woyyy buruan!”.

Fuuiiijjhh…akhirnya sampai di kapal yang disambut oleh pramugari, eh apa ya disebutnya. Mbak nya cantik deh yang pakai seragam gitu. Ternyata rekomendasi teman tentang kapal ferry ini memang tepat, paling bagus besar dan nyaman. Kami menyebrang ke Singapore menggunakan kapal ferry “Horizon”. Harga tiketnya 290 ribu /pulang pergi/orang. Ihsaan tetap dihitung ya walaupun bayi, beda halnya dengan kalau naik pesawat yang kalau umur di bawah 2 tahun hanya dikenakan biaya 10%. Jadi, karena #gamaurugi ibu ambil jatah kursi dong buat ihsaan, ihsaan ga pake dipangku. Hehe

Nah, 1 jam kemudian kami sampai di Singapore. Karena adanya perbedaan waktu, makanya pas tengok ke jam dinding kami sampai sekitar jam setengah 10 lebih. Proses masuk imigrasi yang ngantriiiiii banget. Maklum weekend dan antrian “ALL PASSPORT” penuuuuh banget. Petugas imigrasi langsung sigap sih, jadinya counter untuk SG passport juga dibuka untuk pemegang all passport. Lagi lagi Alhamdulillah banget,petugas motong antrian tepat banget di dekat kami akhirnya kami pun wuuuuuusssshhh maju dan cepat selesai di urusan imigrasi.

Kami pertama kali ke SG dan kami belum pernah naik MRT #biarin deh disebut katro juga. Hehe..Dulu watu ibu ke Malaysia, yang beliin tiket LRT itu temen yang kuliah disana dan jadi guide tour ibu selama disana, jadi bablas ga ngutak ngatik itu mesin tiket. *alasan saja ya ibu.

Dan apa yang ibu dan ayah pikirkan saat itu “Terima kasih sudah diajarkan baca tulis bapak ibu guru” dan Bahasa inggris sangat berguna sekali ya. Karena banyak suku di SG, Chinese melayu india, Bahasa inggris menjadi Bahasa pemersatu. Otomatis ayah dan ibu kalau bertanya kesana sini pake Bahasa inggris. And we asked so many peoples. Thank you all!

Destinasi pertama di itinerary itu ke Sentosa buat foto-foto di globe nya Universal Studio tapi karena lihat antrian Sentosa Express yang aduhai, sentosa kami coret dari jadwal, dan kami memutuskan untuk ke Merlion park. But, we did’nt know where is Merlion park. So, I asked to passenger service officer. Daaaaan, merlion park itu ada di dekat stasiun RAFFLES PLACE. Catet ya! Karena mau cari di daftar station di Ticket machine ga bakal ada itu merlion park. Hehe..

Tips: Cari tahu nama LRT station yang dekat dengan destinasi wisata kamu atau moda transportasi yang harus kamu gunakan untuk menuju destinasi wisata tersebut

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s