Ibu Ihsaan, Ihsaan jalan jalan

Trip Itinerary dan Budget 3D2N di KL ala #ibuihsaan

1 benang merah yang isinya komentar dan pesan ketika tahu saya mau liburan adalah “Have fun ya ji!”

Ihh kalian sweet pisan deh, jadi pengen ngajak. Tapi sayang belum ada budget. 😁

Nah, jalan-jalan kemarin bisa dihitung perjalanan yang irit lho. Asli deh beneran. Kalau budgetnya gede pasti kita musti nabung ekstra kan.

Kita  coba hitung bareng yuuk dan bonusnya saya kasih gambaran tempat-tempat wisata yang musti dikunjungi disana.

Hal yang pertama dilakukan adalah booking tiket pesawat yang murah. Semakin jauh direncanakan akan berpeluang dapat tiket yang lebih murah. Berhubung kemarin belinya mepet-mepet, dapat tiketnya ya ga gitu mahal tapi ga murah banget juga. Total biaya tiket saya, suami, dan anak saya (under 2yo kena 50% ongkos) dengan yang pakai fasilitas bagasi saya doang itu sekitar 2,3 juta (pulang pergi lho ya). Padahal kalo tiket bisa lebih murah, bisa cuman 1,5 jutaan. Pssssttt… dapat tips dari traveller kemarin di KL , katanya kalau mau dapat tiket murah air asia bisa jadi member dan nanti pas final call buat ngehabisin seat itu bisa dapat harga yang super murah. Hmmm… saya sih ga tahu ya. Karena saya booking tiket via traveloka.

Nah, untuk penginapan bisa booking di KL langsung. Kemarin nemu hotel yang di dekat stasiun plaza rakyat itu 160 RM, malah di hotel yang di dekat pasar seni itu hanya 90 RM (tanpa breakfast tapinya). Jadi di tempat strategis pun masih banyak pilihan hotel yang murce alias murah cekaliiii.

Berhubung saya mah golongan darahnya A (#masih tetep aja dipake), saya desak suami untuk booking hotel sebelum berangkat via traveloka dan waktu itu dapat potongan, jadi biaya penginapan untuk 2 malam sekitar 700ribuan rupiah, atau sekitar 250 RM untuk 2 malam (lebih kurang 130 RM per malam). Hotel yang kami pilih adalah hotel the 5 elements yang lokasinya di petaling street. Hasil rekomendasi dari nyonya afri. “Lega dan bersih ji.” Okay, well noted. Dan lagiii lokasi hotel ini emang strategis sih. Mau naik LRT, bus GoKL yang gretongan pun deket. Okay, jadi budget penginapan kurang lebih 150RM per malam ya.

Baik, masuk ke sesi itinerary plus budget ya selama disana

Day 1
Flight ✈️ menuju KL dan sampai di KLIA2 (bandaranya LCC alias low cost carrier, dulu ada LCCT sekarang udah ga ada lagi) sekitar pukul 10 waktu setempat. Setelah itu dilanjutkan perjalanan menuju KL sentral.
Kenapa harus ke KL Sentral? Karena KL sentral adalah titik dimana semua moda transportasi dari dan menuju KL bermula. Naik KLIA ekspress yang paling mahal (55 RM/ orang) dan KLIA transit (setengah dari harga KLIA ekspress) juga mentok-mentoknya nyampe KL sentral. Nah, pilihan moda transportasi menuju KL sentral ada kok yang irit. Bisa pake taksi resmi, grab (kemarin lagi promo cuman 65RM, tapi tetep mahal ah buat kita mah 😁😁) dan bus. Naik bus, ongkosnya cuman 12 RM per orang (ihsaan masih gratis). Cara naik bus adalah turun sampai ke Level 1 dan lihat petunjuk arah “BUS”, beli tiket di loket penjualan tiket bus (ya iyalah masa tiket konser) dan bilang ama mbaknya ke KL Sentral gitu. Nanti banyak bus yang bertuliskan “Klia2 – KL sentral”. Naik bus itu ya sambil serahin tiket sama yang ngecek kehadiran (hahaha… asli kayak lagi ngabsen ini abang). Perjalanan menuju KL sentral menggunakan bus ini sekitar 1,5 jam. Jauuuh eung ibarat dari jakarta ke bogor. Hihihi…

Sampai di KL sentral, kami makan siang dulu disana kemudian melanjutkan perjalanan ke hotel (makan per orang 12 RM plus minum 12 RM (karena beli jus sama teh tarik 😁), kalau mau irit beli air mineral yang tutupnya putih (air daur ulang) sekitar 1,5 RM disana.
Nah, selanjutnya menuju hotel. Tips dari nyonya afri “lu naik taksi aja ji, paling sekitar 10RM. Daripada lu naik LRT cuman 2 stesen aja. Hmmm… saya ga salah nulis lho , emang disana tulisan station itu bahasa malaysianya stesen. Jadi enak belajar bahasa inggris disana. Udah dikasih tahu cara bacanya. Papan petunjuk disana rata-rata terdiri dari bahasa melayu kemudian di bawahnya bahasa inggris, kemudian lanjut bahasa mandarin dan ditutup dengan tulisan india.

Kita lanjut lagi ya, akhirnya saya memilih pakai grab yang dilihat di aplikasi cuman 6RM. Hore! Lebih murah lagi. Tapi karena ada misscommunication sama drivernya soal titik penjemputan, itu grab datangnya lama dan karena feeling guilty ngasih penjelasan yang kurang tepat, kami lebihin deh jadi 8RM. 🙈🙈

Akhirnya sampai juga di hotel. Apa yang kita lakukan? Rebahan, mandi, mandiin ihsaan, dan sholat. Segerrrrrr!

Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju KLCC untuk lihat twin tower, masjid jamek dan dataran merdeka. Hmm… yang bener mustinya ke masjid jamek, dataran merdeka, baru deh ke KLCC. Karena twin tower lebih cantik kalau di malam hari. Alhasil rute kami kemarin malah jadi KLCC (foto bentar karena kepanasan dan suami komen “entar malem aja deh kita kesini lagi, bagusan malem fotonya.” ). Okay, akhirnya kita balik lagi ke masjid jamek lalu turun di stesen masjid jamek, dan karena lagi direnovasi akhirnya lanjut ke dataran merdeka. Ini surga banget buat ihsaan, karena doi bisa puas lari-larian. Hahaha


Setelah itu kami menuju KL City Galery. Ini wajib foto di landmark yang ada tulisan “I ❤️KL“. Hahaha… dasaaaar generasi foto.

H
Masuk ke KL City galery biayanya cuman 5RM dan tiket ini jadi voucher belanja di dalam sana.
Apa aja sih yang dilihat di galeri nya? Ini mah yang menikmati suami saya yang suka sejarah. Dia mah dibaca satu-satu. Kalau saya mah “Yah, fotoin ibu disini dong!” Disana dong!”😁


Dan perjalanan di galeri ditutup dengan kita masuk ruangan gelap yang didalamnya kita disuguhkan dengan miniatur Kuala Lumpur. Pertunjukan dimulai dengan muncul tayangan di belakang miniatur tersebut yang isi tayangannya berupa demografis kuala lumpur, terus destinasi wisata yang wajib dikunjungi di KL. Dan ternyata pariwisata berada di urutan ke 6 lho dalam sumbangan untuk pendapatan KL. (Tuh kan, saya nyimak juga.)
Semoga kota-kota di Indonesia juga berbenah ya untuk membangun kotanya. Karena di Indonesia banyak sekali potensi yang perlu digali. Ga perlu eksploitasi kan untuk raup pendapatan daerah. Pariwisata pun bisa jadi bidang yang menjanjikan. Sepertinya yang terus berbenah menjadi kota yang siap dikunjungi para wisatawan salah satunya adalah Bandung. I heart you major RK.

Lalu, setelah dari KL city galery, kami balik lagi menuju KLCC. Disana kami makan malam di nandos. Kata sahabat saya “ini enak bangeeet.” Dan menurut saya “enak aja.” Tapi nice try lah ya.

Catatan: untuk budget makan masih masuk akal sekitar 10-15RM per porsi.

Setelah itu, kami lanjutkan untuk foto-foto depan twin tower dan dancing fountain. Eh,tapi anak lanang kok ya nalurinya kuat banget nemu odong-odong. Ini ga perlu dihitung budget ya.

Nah, untuk ke destinasi-destinasi tadi yang diperlukan cuman air mineral sama ongkos LRT aja lho. Dari hotel ke masjid jamek cuman satu stesen 1 RM (ini kayaknya ya dari Plaza rakyat ke Masjid Jamek, cuman 1 stesen aja, atau kalau kuat bisa jalan kaki) + (5 RM x 2 orang (masuk KL City Gallery)) + 3,8 RM (dari masjid jamek ke KLCC)+4,4 RM (dari KLCC ke plaza rakyat/ naik GoKL dari KLCC ke pasar senin(tapi ini musti transit dulu). Gratiiiiiisss!
Kalo ditotalin day 1 diperlukan budget
Bus klia2-kl sentral : 2 x 12 RM = 24RM
makan siang : 2 x 15 RM = 30 RM
Taksi kl sentral to hotel : 10 RM
LRT plaza rakyat ke masjid jamek: 1 RM
Tiket KL City Gallery : 2 x 5 RM = 10 RM
LRT masjid jamek ke KLCC: 2 x 1,6 RM = 3,8 RM
Go KL dari KLCC ke pasar seni /halte deket hotel : free
Total 78,8 RM

Day 2
Itinerary kami adalah menuju Batu Caves, Genting highland (tapi gagal karena ketinggalan jadwal bus nya, terus adanya sore banget, ga memungkinkan bawa batita) dan bukit bintang.

Perjalanan ke batu caves ditempuh menggunakan KTM komuter dari KL sentral. Ongkosnya 4,2 RM per orang, dan lagi-lagi ihsaan masih gratiiiiiissss.

KTM komuter ini semacam kereta antar kota nya gitu ya. Ga setiap 5 menit lewat kayak LRT, jadi pastikan foto/catat jadwalnya ya. Jangan kesiangan banget, panas buibu! Waktu tempuh dari KL sentral ke batu caves adalh 45 menitan (batu caves itu stesen terakhir jadi insyaAlloh ga kelewat) 😁

Keluar dari stesen, masuklah kita ke area kuil dan belok kiri dari gerbang dikit terus nengok langsung disuguhkan patung hanoman ini (mohon maaf kalo namanya keliru).

Ga jauh dari patung tersebut ada loket untuk masuk ke museumnya rama. Harga tiketnya 5RM/ orang. Tapiiiii… kalau kamu ke batu caves cuman mau foto kayak gini 👇🏻👇🏻👇🏻


Ini gratis tis tis. Kamu skip aja ke museum rama. Jadi kalau mau foto kayak di atas, dari gerbang luruuuuus aja. Nanti ketemu deh patungnya. Udah sah deh ke batu caves. Hahaha…

Disana kami ga lama-lama. Ha-reu-dang! Yang paling menikmati adalah ihsaan karena banyak burung-burung. Doi seneeeng banget meskipun keringat bercucuran.

Kembali ke stesen kami langsung naik kereta, karena sebelumnya kami langsung beli tiket untuk pulang tepat ketika kami sampai di stesen batu caves. Menghindari ngantri pas jam pulang wisatawan.

Perjalanan pun dilanjutkan ke bukit bintang. Sebelumnya kita ke terminal bus dulu sih di KL sentral yang niatnya mau ke genting highland (ini skip aja ya ceritanya, bau asap. Asap knalpot bus maksudnya 😁).

Ongkosnya berapaan ya? Nanti coba tanya ke ayah ihsaan dulu ya. Lupa eyke. Murce kok, soalnya cuman beberapa stesen aja. Dan hasil googling ongkosnya berkisar  antara 1.6-2.1 RM (karena ada 3 stesen di kawasan bukit  bintang, jadi ongkosnya rergantung mall mana yang mau dikunjungi)

Akhirnya sampailah di bukit bintang. Wah, pasti belanja banyak deh ya ibu ihsaan?

Jawabannya, engga sama sekali. Padahal udah dapat lampu hijau dari bapak hata buat belanja, tapi emang dasar ini badan udah pegeeeel, saya nyerah deh milih balik dulu ke hotel. Tapi sebelum ke hotel, kami memutuskan ke central market deket stesen pasar seni dulu (beli oleh-oleh coklat. Ini opsional ya.) Ini ongkosnya cuman 1,8RM apa ya per orang. Tapiii kamu juga bisa gratisan lho kalo mau naik GoKL, karena salah satu perhentian bus GoKL jurusan pasar seni juga ada di bukit bintang, tepatnya di depan mall pavillion. Jadi budget ini boleh dicoret ya.

Sorenya di central market kami makan makanan khas india. Konon katanya ini restoran kata baba yang bikinin naan udah dari tahun 1981. Menu yang kami pilih, 2 roti naan, 2 ayam tandoori, teh tarik, air mineral, dan rojak hanya dikenai 30.8 RM. Lebih hemat dibanding di mall.

Lalu, Malamnya kami ke bukit bintang lagi deh. Hahaha.. tapi ga pake duit keluar buat ongkos lho, karena kami naik GoKL.
Catatan: wajib ambil ya brosur di deket pak supir, biar tahu rute gratisnya kemana aja. Hihihi… banyak spot-spot wisata juga lho halte pemberhentiannya.
Akhirnya berhasil belanja juga di bukit bintang. Mamaciiih ayah ihsaan. Kalo udah sweet gini, jangan dibahas lho ya kalo ibu belanja mulu. 🙈🙉🙊

Budget untuk day 2
LRT dari hotel ke KL sentral: 2 x 1,1 RM = 2,2 RM
KTM komuter menuju batu caves (pp): 2x 2 x 4.2 RM = 8,4 RM
Tiket ke museum rama (opsional) = 2 x 5 RM= 10 RM
LRT dari KL sentral ke bukit bintang = 2 x 2.1 RM = 4.2RM
GoKL dari bukit bintang ke halte deket hotel /pasar seni= Free
Makan siang dan malam = 2 x 2 x 15 RM = 60 RM
Total RM 84,8 RM

Day 3
Putrajaya – KLIA2- ✈️ to medan

Berangkat dari hotel emang ga gitu pagi karena kakang ihsaan juga bangunnya ciang cekaliii. Cape kali ya halan-halannya. Maka dari itu, Ibu (kayaknya ayah sih) pastiin ga ada barang yang ketinggalan. Atur formasi koper biar compact dan pembagian beban bawaan dimulai. Hehe…

Keluar dari hotel, keluarlah kami menuju halte bus di dekat mydn (supermarket). Disana tanya sama pak supir dimana ngantrinya bus ke arah putrajaya sentral. Hasil baca blog sih yang rekomended itu bus nadi putra, sayangnya ga ketemu. Dan akhirnya kami naik bus sri rejeki (kalau ga salah ya). Ongkosnya 4RM/ orang, dan perjalanan ditempuh lebih kurang 1 jam. Akhirnya sampailah kami di putrajaya sentral. Sepi cuy.

Destinasi yang ingin kami kunjungi adalah Masjid Putra, konon katanya bangunan pertama lho di putrajaya ini. Oh iya, putrajaya adalah pusat pemerintahan Malaysia. Kesan dari kota ini adalah bersih, asri, dan tertata. Sukaaa deh.

Nah, untuk menuju Masjid Putra ini kan agak rempong ya kalo musti gotong-gotong jinjingan dan koper. Akhirnya kami memutuskan pakai locker di stesen putrajaya. Untuk loker ukuran kecil, harganya 10RM sekali ngunci. Kalau yang besar 20RM. Nah, koper kami mah imut jadi kami pakai loker yang 10RM. Dan lagi-lagi ini sifatnga opsional ya. Jadi kita ga hitung budget.

Perjalanan untuk mengitari kota putrajaya bisa sih menggunakan bus nadi putra juga yang jam operasinya pukul 11 dan 3 siang. Tapi yang jam 11 siang kelewat, jam 3 kelamaan. Akhirnya kami memang hanya ke Masjid Putra untuk sholat dzuhur juga disana.

Bus jurusan 502 ya. Bayarnya cuman 1 RM/ orang,karena emang cuman 2 halte aja. MasyaAlloh, dari kejauhan udah kelihatan Masjid Putra. Sangat indah ketika melihat Masjid Putra dan pantulan bayangan masjidnya di sungai.

Setelah sholat, kami pergi makan di kantinnya. Hmm…menunya ga jauh-jauh dari nasi kandar. Dan budgetnya masih sekitar 12RM ya per orang.

Setelah selesai makan, kami memutuskan langsung ke KLIA2 ameh salse *eh maksudnya biar leluasa.

Nah, perjalanan dari putrajaya ke KLIA2 kami tempuh dengan KLIA transit. Ongkosnya 9,8 RM per orang. Mahal ya. Tapi sangaaat cepat. Hanya 17 menit aja lho.

Nah sesampainya di bandara, kami memutuskan makan (lagi). Bingung ini masuknya makan apa. Hahaha… makanlah kami di nandoz. Hmm… bisa menyesuaikan ya untuk makan. Beli cemilan buat ihsaan dan setelah itu ga kerasa deh kita musti masuk boarding room.

Jadi kalau ditotal untuk day 3 dibutuhkan budget
Ongkos bus ke putrajaya 2*4 RM= 8 RM
Ongkos bus ke masjid putra bolak balik= 2 x 2RM= 4 RM
Makan siang (include minum) = 2 x 15 RM = 30 RM
Ongkos klia transit ke KLIA2 = 2 x 9,8 RM = 19,6 RM
Total 51,6 RM

Summary nya ini ya…
Tiket pesawat: tergantung timing booking nih
Hotel 2N: 2 x 150 RM = 300 RM
(Ga saya hitung ya biaya sarapan, karena udah include si biaya penginapan)
Day 1 : 78,8 RM
Day 2 : 84,8 RM
Day 3 : 51,6 RM

Totalnya 515,2  RM(belum termasuk tiket pesawat)

Gimana udah kebayang itinerary sama budget yang diperlukan?
Apa yang saya ceritakan bersumber dari apa yang saya alami. Hmmm… perkara budget. Ada bagian yang ga saya hitung, karena sebenarnya ada pilihan yang bisa bikin kamu lebih hemat ketika jalan-jalan. Jadi, kamu mau jalan jalan kemana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s