Kulwap AMI

1000 HPK

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Perkenalkan saya Dwi Monik Purnamasari, biasa dipanggil Monik, saya lulus pendidikan profesi dokter dari FK Unpad tahun 2013. Saya praktek di klinik di daerah Ujung Berung Bandung dan saat ini sedang menempuh pendidikan Magister Gizi Medik di FK Unpad dan anggota dari Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) cabang Jawa Barat. Saat ini saya tinggal di daerah Pasteur Kota Bandung. 
Materi : 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah periode sejak masa kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari) yang merupakan saat terpenting dalam hidup seseorang. Periode ini penting karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan seluruh organ dan sistem tubuh terjadi. Kekurangan gizi pada masa ini akan berdampak pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat permanen dan sulit diperbaiki. Seseorang yang mengalami kekurangan gizi pada 1000 HPK berisiko terkena gangguan pertumbuhan otak yang berhubungan dengan kecerdasan, gangguan pertumbuhan tinggi badan, dan penyakit tidak menular tergantung dari organ yang terkena, contohnya bila pankreas yang terganggu maka akan beresiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Keadaan ini tidak hanya bersifat antar-generasi (dari ibu ke anak) tetapi juga bersifat trans-generasi (dari nenek ke cucunya). Sehingga diperkirakan dampaknya sekitar 100 tahun. (1)(2)
#Untuk memenuhi kecukupan zat gizi selama 1000 HPK, terapkan pola makan bergizi seimbang yang terdiri dari 4 pilar utama, yaitu (2):

• Pilar 1: Makan makanan beraneka ragam, mengandung Karbohidrat, Protein, Lemak , Vitamin, Mineral dan serat dan minum air putih secukupnya

• Pilar 2: Membiasakan pola hidup bersih, agar tidak mudah terkena penyakit infeksi

• Pilar 3: Melakukan aktivitas fisik, untuk memperlancar aliran darah

• Pilar 4: Memantau dan mempertahankan berat badan normal
#Hal-hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan gizinya di masa kehamilan (2)(3)(4):

1. Sehat sebelum hamil, status gizi baik : tidak kurus, tidak gemuk

2. Periksa kehamilan secara teratur

3. Memastikan berat badan naik sesuai dengan usia kehamilan 

4. Minum TTD (Tablet Tambah Darah), 1 tablet setiap hari selama masa kehamilan (minimal 90 tablet selama masa kehamilan)

5. Makan makanan beraneka ragam, terutama sayuran hijau dan buah berwarna merah yang banyak mengandung zat besi, asam folat, kalsium, serta gunakan

garam beryodium

6. Memperhatikan keamanan makanan yang dikonsumsi :

a. memasak makanan hingga matang agar terhindar dari kontaminasi mikroorganisme

b. tidak mengandung zat pengawet & zat pewarna yang berbahaya

c. tidak melewati tanggal kadaluwarsa (terutama pada makanan kemasan)
#Anjuran kenaikan Berat Badan (BB) berbeda antara ibu yang mempunyai status gizi baik dan ibu yang kurang gizi atau ibu yang mempunyai status gizi lebih (berdasarkan Indeks Masa Tubuh/IMT). Kenaikan berat badan selama kehamilan (2)(3):

• Pada ibu kurang gizi atau kurus, kenaikan berat badan sebaiknya antara: 12,5-18 kg

• Pada ibu dengan status gizi baik, kenaikan berat badan sebaiknya antara: 11,5-16 kg

• Pada Ibu gemuk, kenaikan berat badan sebaiknya antara : 7-11,5 kg

• Pada Ibu sangat gemuk, kenaikan berat badan sebaiknya antara : 5-9 kg
#Hal penting yang harus diperhatikan oleh ibu menyusui (2)(3)(4)

1. Mengkonsumsi makanan dengan menu gizi seimbang dengan menambahkan 3 porsi cemilan seperti roti isi, lontong isi daging atau arem-arem, risoles atau 2 gelas susu sebagai tambahan bagi menu gizi seimbang sebelum hamil

2. Meningkatkan konsumsi bahan makanan berikut:

a. Bahan makanan sumber zat besi: daging sapi, hati, bayam, dan kacang-kacangan

b. Bahan makanan sumber folat: sayuran berdaun hijau

c. Bahan makanan sumber kalsium: susu, ikan teri, keju

d. Gunakan garam beryodium

3. Minum TTD (Tablet Tambah Darah), 1 tablet setiap hari selama masa nifas

4. Minum kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000 IU) 1 kapsul segera setelah melahirkan dan pada hari kedua setelah melahirkan,

5. Minum air putih lebih banyak agar produksi ASI lancar

6. Memberikan ASI Eksklusif pada bayinya selama 6 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai anak usia 2 tahun
#Hal penting yang harus diperhatikan untuk anak usia 0 – 2 tahun. Agar anak sehat, berikan (2)(3)(4) :

1. ASI eksklusif selama 6 bulan dan ASI dilanjutkan sampai anak berumur 2 tahun

2. Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) diberikan setelah bayi berusia 6 bulan

3. Timbang & Ukur tinggi badan anak secara teratur untuk memantau pertumbuhan

4. Berikan kapsul vitamin A dosis tinggi (Bulan Februari & Agustus)

• Bayi 6 – 12 bulan : 1 kapsul x 100.000 IU

• Anak 1 – 2 tahun : 1 kapsul x 200.000 IU setiap 6 bulan
#Cara memberikan MP-ASI yang baik sebagai berikut(2)(3)(4) :

1. Menggunakan bahan pangan bervariasi mengandung minimal 4 dari 7 kelompok bahan makanan :

•Makanan pokok (beras, jagung, kentang, ubi, serealia,)

•Kacang-kacangan (kacang ijo, kedele, tahu, tempe)

•Susu dan produk olahan seperti keju, yoghurt

•Daging, ikan, ayam, hati

•Telur

•Buah dan sayuran kaya vitamin A

•Buah dan sayuran berwarna kuning jingga dan berwarna hijau

2. Dimulai usia 6 bulan, sebanyak 4 – 6 sendok makan setiap kali pemberian, ditingkatkan secara bertahap 1 sendok makan setiap bulan, sampai anak usia 1 – 2 tahun diberikan 1/3 – ½ porsi orang dewasa. 

Makanan diberikan 2-4 kali per hari :

•Bayi yang mendapat ASI : 

    untuk bayi usia 6 – 9 bulan : 2 kali/hari

    untuk bayi usia 9 bulan sampai anak usia 2 tahun : 3 kali/hari

•Tidak mendapat ASI : untuk bayi usia 6 bulan sampai anak usia 2 tahun : 4 kali/hari

3. Makanan mudah dicerna dimulai dengan pemberian makanan lumat/lunak, makanan lembik dan selanjutnya makanan padat. 6-8 bulan: bubur halus. 9-11 bulan: makanan yang dicincang halus atau disaring kasar. 12-23 bulan: makanan keluarga. 

#Aturan pemberian makan untuk bayi dan batita (5)

Jadwal 

•Ada jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur, yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya. 

•Susu dapat diberikan dua – tiga kali sehari.

•Waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit

•Hanya boleh mengonsumsi air putih di antara waktu makan
Lingkungan 

•Lingkungan yang menyenangkan (tidak boleh ada paksaan untuk makan)

•Tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat permainan elektronik) saat makan

•Jangan memberikan makanan sebagai hadiah
Prosedur

•Dorong anak untuk makan sendiri

•Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan secara netral, yaitu tanpa membujuk ataupun memaksa.

•Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri proses makan.
Sumber: 

1. Achadi Endang L. Seribu Hari yang Menentukan Masa Depan Bangsa. Available at: http://pdrc.fkm.ui.ac.id/seribu-hari-yang-menentukan-masa-depan-bangsa/ 

2. Cerdas Menjaga Gizi Dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dalam: Modul Pelatihan Duta 1000 HPK. PDGMI;2015

3. Whitney Ellie, RR Sharon. Understanding Nutrition. Ed 11. United States:Thomson Wadsworth. 2008.

4. Mahan LK, Escott-Stumo S, Raymond Janicel. Ed 13. Krause’s Food and The Nutrition Care Process. United States:Elsevier. 2012.

5. Ikatan Dokter Anak Indonesia, UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi. Jakarta: IDAI; 2015.

Sesi tanya jawab:

1. Triana (Mama Yumna, 17 bulan)

1. Anak saya termasuk kurus kl dilihat dr kurva pertumbuhan tp alhamdulillah sehat dan sangat aktif. Menurut dokter kurus jg bs krn gen (40%). Nah bagaimana menyikapinya? 2. Brp banyak porsi makanan berat utk anak usia 1,5 th?

Jawab:

Di kurva kurusnya ada di area mana bu? Kalau msh batas daerah -2 sampai 2 sd (area yg tengah) itu msh normal.

Berat dan tinggi anak ibu berapa?umur berapa?

Soalnya berbeda antara yg kurus tp sbnrnya msh daerah batas normal dengan kurus yg memang sudah malnutrisi penanganannya

Kalau ternyata masih di daerah yg normal tapi mendekati batas, dioptimalkan dengan makanannya. Kalau tinggi badan memang ada pengaruh genetik org tua dan makanan, kalau berat badan itu bisa ditingkatkan dengan asupannya.

Tips penambah nafsu makan:
Menurut IDAI kalau makan sesuai jdwl, dengan waktu 30 menit posisi duduk tdk ada distraksi seperti sambil nonton tv td dan tdk memberikan makanan diluar jdwl 3x makan 2x cemilan itu, seharusnya nafsu makan akan tetap baik. Walaupun ada sumber yg menyebutkan kalau di atas 2 thn memang pertumbuhan tdk secept sblmnya jd memang nafsu makan akan cenderung turun. Kalau memang sudah sulit, bisa juga diberikan seperti curcuma sirup(sejenis itu) sekali sehari 1sdt, tp efektivitasnya belum jelas sebetulnya.

2. Ilvia (Mama razwa, 18 bulan)

Hallo dokter..salam kenal, anak saya perempuan usia 18 bulan bb 10,5kg..sampe sekarang masih asi tanpa tambahan susu lain..ini ngasinya klo sy drmh g mau lepas, udh dicoba kasi uht mulai dari plain smpe yg berasa tetep g mau..apakah kbthnnya terpenuhi klo smpe skrg cm asi?saya juga jaga2 buat nnt nyapih, mohon sarannya ya dok..makasih..

Jawab:

Mp ASI anaknya lahap bu? Asi saja asal makanan pendampingnya bagus itu sudah cukup. 

Sebetulnya susu yg lain itu hanya tambahan saja. Yg penting dari jenis makanan pendamping, telur ikan sayur. Anak bayi rawan defisiensi zat besi sebetulnya, jd asupan daging, hati jgn sampai terlewat.
Tanggapan:

perlu g saya tambah minyak ikan dok?ini klo kakaknya umur 3 tahun saya kasih tambahan minyak ikan juga..
Jawab:
Yg penting 3x makan berat sama 2x cemilannya bagus. Minyak ikan sebetulnya boleh saja makannya. Itu ibu minyak ikannya ada tulisannya berapa omega 3 dan 9 ga bu di kemasan?

Jd minyak ikan itu sbnrnya yang dikejarnya omega 3 dan 6 nya krn tubuh tdk bisa buat jd hrs dari makanan. Tp sbtulnya kalau sudah makan ikan, putih telur lahap itu omega 3 dan 6 nya sudah cukup dari makanan.Nasi daging/telur/ikan sayur hijau kacang2an.

Karena yg dibutukan juga omega 3 kecil ya hanya 0.7 grm di umur segitu.

Jd sebetulnya dari makanan cukup, tapi kalau khawatir boleh tp perhatikan kadar di suplemennya, pilih yg jangan terlalu besar kadarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s