Kulwap AMI

Mompreneur: Raise business and babies

Alhamdulillah kulwap yang awalnya membahas mengenai pengasuhan anak dan tumbuh kembang anak, bulan ini melangkah lebih maju. Hehe… yap, karena ibu ihsaan berharap dari kulwap hari ini makin banyak wanita yang mendambakan untuk menjadi mompreneur. InsyaAlloh. Aamiin.

Nah, berikut rangkuman kuliah whatsapp dengan narasumber Ardyah Miranti (Co-Founder elhana)

Assalamu’alaykum

Halo, perkenalkan. Nama saya Ardyah Miranti, panggil saya Ardy. Saya lahir di Kebumen, 2 Agustus 1989. Saya tinggal di Setu Cipayung Jakarta Timur, alamat yang merangkap kantor pusat el-Hana Learning Kit. Kesibukan saya saat ini hanya gulang guling aja di rumah, dengan duo dundul yang zupeerr…

Kali ini saya hanya ingin bercerita sebab mengapa saya saya membangun el-Hana dan dari mana keinginan berdagang itu keluar. Nanti juga saya berikan sedikit tips sesuai pengalaman saya untuk momies yang berminat menjadi mompreneur. Selamat menyimak dan semoga bermanfaat. :*

Saya tidak dilahirkan dengan bakat berdagang. Dulu saya malu jika disuruh orang tua untuk berjualan di sekolah. Meski saat itu kakak ke 2 saya semangat sekali, berjualan kacang goreng, jadi loper koran, pokoknya semua hal di jadikan uang.

Setelah keluar dari perkuliahan, dimana beasiswa dan uang jajan dihentikan, pokoknnya gimana caranya supaya saya menghasilkan uang. Saya mencoba berjualan roti keliling dan juga baju muslimah. Uang pertama dari hasil keringat sendiri begitu menyenangkan ya… Ternyata seperti itu gairahnya…

Setelah menikah, namun belum langsung dikaruniai momongan, tidak ada yang dapat saya kerjakan. Suami saya wirausaha, karena beliau memang tidak mau kerja dibawah orang lain. Suami mengusulkan untuk jualan online saja. Tahun 2010 saya berjualan kosmetik online. Dari sana jatuh bangunnya saya belajar. Belajar adab berjualan secara online, cara beriklan, bagaimana membina hubungan dengan customer, membuat jaringan, mencari barang yang layak dijual dan semua otodidak.

Tahun 2014 saat anak saya lagi heboh-hebohnya dibuatkan mainan, saya mulai merasa jenuh dan cape karena semua perintilan mainan dibuat sendiri. Saya berfikir, bagaimana caranya supaya saya ga cape buat mainan tapi permainannya tetap sesuai kriteria saya (sesuai tahap dan perkembangan anak). Lalu muncul lah ide untuk dibuat melalui percetakan, karena ada minimal cetak sampai ribuan, mau ga mau terbentuklah kesempatan untuk dijual kembali. 

Saat itu pikiran campur aduk. Pengalaman jualan kosmetik hanya satu dua pc aja, gimana caranya harus jualan ribuan barang? Dan suami saya meyakinkan : “Penduduk bumi itu ada milyaran orang. Masa seribu pc aja ga bisa laku?” Ini yang selalu membuat saya semangat.

Pertama ide mainan yang mau dibuat itu dari anak sendiri. Misal, kami mau mengajarkan ke anak-anak tentang huruf dan angka, atau berhitung sekaligus motorik halus, atau mengenal tentang warna dan mengelompokkannya. Kedua, setelah tau permainan apa yang mau dibuat, kami googling untuk model permainannya seperti apa. Kami ATM (amati, tiru, modifikasi) sesuai dengan kemampuan produksi kami.

Saat ini el-Hana sudah berusia hampir 2 tahun, sudah menghasilkan beberapa produk seperti 4 jenis busy bag, ada juga busy book, ada 6 busy pocket, dan seri penunjang lain seperti buku menggunting, poster islami, dsb. Saat ini kami memiliki 40 agen di Indonesia dan 1 agen tunggal malaysia, reseller juga menyebar ke beberapa negara Asia seperti Bunei Darussalam, Singapore, Thailand, dll. Untuk penjualan kami sudah menjangkau ke beberapa negara di semua benua. Alhamdulillah

Sekarang, bagaimana sih caranya merintis bisnis online?

1. Tentukan produk yang mau dijual. Pastikan produk yang dipilih sesuai passion dan FOKUS. Saya sangat tidak menyarankan palugada.

2. Baca pasar dahulu sebelum memulai berbisnis. Cara sederhana dengan memperhatikan lingkungan sekitar atau media sosial.

3. Tentukan dimana mau mulai berjualan dan dimana pasarnya. Untuk online, kita bisa menentukan marketplace mana saja yang kita pilih untuk berjualan. Pastikan semua marketplace yang dipilih dapat di manage secara berkala.

4. Membuat pasar. Caranya bagaimana? Banyak-banyaklah berinteraksi secara personal. Pastikan teman-teman maya mengenal kita, mengenal bisnis kita, ini dinamakan personal branding.

5. Lakukan pendekatan personal dengan pembeli. Berbisnis tidak hanya sekedar yang penting barang habis terjual, kita juga harus melakukan after sales service kepada setiap pelanggan. Menampung kritik dan saran untuk perbaikan, all out pada kesalahan atau kekurangan yang dirasakan customer.

6. Tetap melakukan kewajiban sebagai seorang muslim. Dalam Islam koridor berbisnis sudah ada ketetapannya, jangan sampai kita melanggar aturan baku tersebut. Tujuan berbisnis kita lebih dari sekedar recehan dunia, ridho Allah tetap kita jaga.

Sesi tanya jawab

1. Agrivinie (Bandung)

Pertanyaan:

1. Mbak ardy bilang kan ga ada background wirausaha dulu, lalu kok bisa langsung keluar gitu jiwa wirausahanya? Keasah sendiri atau belajar atau the power of kepepet atau lillahita’ala apa gimana? 😁 Krn pd dasarnya background aku jg ga ada wirausahanya euy.
2. Jaga konsistensi utk terus jalanin usaha gmn sih? Aku kok ya klo usaha suka naik turun moodnya. Mksdku klo lg banyak order seneng, pas dikit akunya lesu sendiri. Pgn bs terus semangat gitu. Kiatnya gimana ya?

Jawab:

1. Saya mah the power of ga ngapa2in 😂
Jadi awal nikah bener2 ga ada kerjaan. Belum punya anak, masih numpang dg mertua, ada art pula. Saat itu suami masih ada kerjaan, jd saya buka olshop bener2 utk isi waktu luang. Tapi berjalannya waktu, qadarullah usaha suami juga naik turun. Ada waktu pendapatannya lumayan besar, tp setelah itu bisa 6 bulan sama sekali ga ada yg masuk. Saat ide el-Hana dibuat, kami benar2 dalam keadaan posisi dibawah. Rekening suami hanya sisa 13ribu 😂. Makanya kepepet juga cari cara gimana supaya keisi lagi…
Saya berbisnis bener2 otodidak, learning by doing. Mencoba sesuatu, kemudian lihat hasilnya. Jika bagus maka tingkatkan, jila ternyata tidak sesuai prediksi maka perbaiki.
Niatan tetep hukumnya wajib lillahi ta’ala. Selain berbisnis utk kepentingan kita, niatkan utk membuka peluang usaha utk yg lain. Karena saya pernah ada posisi buat makan aja sulit, maka ada juga kemungkinan jaringan yang bergabung pada kita juga sedang di posisi itu. Jadi niatkan utk membantu yg lain.

2. Sama mba, saya juga mood naik turun. Yang buat saya semangat itu kalau ada testimonial dari siapa aja kalau mereka merasa mendapatkan manfaat dari produk el-Hana. Karna kalo boleh jujur, jualan el-Hana tricky banget. Kalau mau idealis, setiap orang tua harus ‘di didik’ tapi kan susah juga gapainya. Makanya, kalo ada yg bener2 ngerasain manfaatnya, curahan keringat, mata panda abis begadang, linangan air mata saat proses pembuatan kalah dehh…

2. Triana (Bogor)

Pertanyaan:

1. Bagaimana mengatur/mengukur stok barang pada bisnis online? 

2. Gmn cara iklanin produk kita yg notabene banyak juga penjual yg produknya sama kaya produk kita?

Jawab:

1. Manajemen stok? Saya pake sistem FIFO. First in first out. Karena produsen, beberapa barang fast moving. Yang slow bisa disimpan2 karena yakin pasti ada jodohnya 😂

Yang sulit ketika ada barang yg udah lama banget tersimpan, mau di sale ga berani karena artinya saingan sama jaringan sendiri, jadi biasanya di jadiin bingkisan. Utk seller lain, stok biasanya per 3 bulan, lewat dari itu di sale.

2. Teknik beriklan ada banyaaaakkk. Dan tiap seller bisa cari klik nya tersendiri. Kalau saya lebih nyaman story telling tapi ga ngiklanin barang. Soft banget. Kalau mau lihat fb saya isinya #curcol, #sharingsiang, #randomstatus. Tapi pastikan yang kita share bermanfaat dan dapat dijadikan inspirasi. Make attantion jama’ah facebook kalau saya itu ada 😁

Saya ga saranin hard selling, langsung tembak ke tiap orang, atau malah ngiklan di lapak orang lain.  Ada banyak cara, dan semua butuh proses.

3. Venti (Tangerang)

Tanya:

Assalamualaikum Ardy😊🙏

Saya venty, mau tanya:
1. Pertanyaan klasik susah2 gampang, apa yg akhirnya membuat Ardy mantap bisnis El Hana? Dr segi motivasi, or mgkn membaca peluang2 yg ada?

2. Bgmn analisis market yg dmksd?

3. Bgmn membangun bisnis dgn multinational connection?

Jawab:

Sebelum kepikiran el-Hana, saya buat mainan anak2 yang handmade sesuai tahap kembang. Mau cari yg jual di indo belum ada, luar negri sih banyak banget. Dari situ saya lihat peluang bisnisnya masih besar, tapi juga ngeri ngeri sedap khawatir orang belum familiar dengan ide yang saya bawa. Karena itu saya banyak gabung ke grup-grup yang visinya kurang lebih sama : mainan handmade. Seperti grup homeschooling, montessori, ataupun parenting di banyak aliran. Dari sana banyak percakapan yang buat kita belajar bagaimana kondisi pasar, minat pasar seperti apa, target marketnya gimana, jadi sebelum launch produk udah banyak spoiler spoiler yang membuat mereka penasaran.

Intinya, jadilah solusi dari setiap masalah yang ada di masyarakat. Disitulah peluangnya.

Untuk marketing sendiri ga ada trik khusus mba. Semua karna usaha sksd aja sih, jadi memperbanyak link. 😁
Karena kita ga tau temannya teman dari teman kita ternyata vendor besar skala benua. Dari perkenalan, tawaran, komunikasi intens, lama2 dapet deh peluang melebarkan pasar.
Utk penjualan kami ke luar negri juga gitu, mouth by mouth aja. Dari kenalan ke kenalan.

4. Agrivinie (Bandung)

Tanya:

1. Strategi buat menangin pasar yang udh banyak org masukkin gmn? Mksdku kan hrus ada inovasi terus ya? Krn ga cm kita aja yg jual gt mba?

2. Permodalan yg dlu mba lakukan gmn?

3.Kalo dr sisi marketing yg mbak blg tadi itu kan lebih ke sharing ya? Apa semua produk bs pake caara marketing yg sama mba?

Jawab:

Mau menangin pasar? Menangin dulu hati customer. Saya sebagai pembeli, lebih memilih yang membuat saya nyaman, enak diajak diskusi, ramah, dan ga bakal marah kalo ga jadi beli. Pelayanan maksimal, after sales juga ada.

Inovasi secara berkala sudah tentu. Pasar akan bosen kalau gitu gitu aja. Kalau kehabisan cara, kita bisa browsing lihat metode seller lain lalu ATM. Tidak semua kebijakan seller lain cocok dengan usaha kita.

Dulu modal tidak sampai 5jt mba. Dan terus berputar, ada modal di tahan utk setiap produk terjual. Jadi modal nambah terus.

Bisa mba.. storytelling, copywriting, soft selling, bisa dipakai di semua produk jualan.

Alhamdulillah sesi tanya jawab berlahalan dengan lancar, dan berikut penutup dari Ardyah Miranti, owner el-Hana learning kit.
Meskipun berbisnis, perempuan jangan lupa akan tugas dan kodratnya sebagai istri dan juga ibu. Ada tugas mulia langsung dari Allah yang ada di pundak kita. Semua yang kita peroleh, semua yang kita usahakan, dan semua yang kita raih semata2 karena kemudahan dari Allah. Apalah arti keringat kita bila Allah tidak ridho?

Jangan lupa, ikhtiar dulu baru tawakal.

Kesempurnaan hanya milik Allah.

Subhanakallahumma wabihamdika Asyhadu alaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaih.

‎السلام عليكم ورحمة الله و بركاته 

Semoga bermanfaat 😁

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s