Uncategorized

Serunya Ihsaan bermain di desa Andan Sari

Hari kamis minggu lalu,mengawali hari di bulan Desember 2016. Ihsaan ikut “playdate gabungan” hsmn medan di sekolahnya Ummi Mulia. Lokasi sekolahnya itu ada di  desa Andan Sari. Perjalanan kesana “ASLI” jauh banget. Beneran piknik. Tapi, ga rugi piknik kesana, karena ihsaan dapat banyak pengalaman menarik. 

Sebelum lanjut ke cerita ihsaan, ibu mau cerita tentang profil sekolah Ummi Mulia. Nama sekolahnya kaku banget sih menurut ibu. LPPA. Tapi dalam nama itu tergambar jelas visi misi sekolah tersebut. Lembaga Peduli Pendidikan Anak, dan memang aktivitas yang dijalankan pengajarnya “sangat peduli akan pendidikan anak”. 

Hal yang membuat ibu rela jauh-jauh datang ke LPPA ini berawal dari KEPO (Know Every Particular Object) 😁 alias mau tau aja. Hihihi… 2 minggu sebelum piknik,  ibu sempat nonton filem dokumenter hasil abang imam syuhada yang tak lain adalah anak sulung ummi mulia. Filemnya berjudul “Cerdas dalam keunikan”. FYI: filem ini meraih penghargaan lho sebagai juara 1 di tingkat provinsi Sumatera Utara. 
Alur filemnya bagus deh, dan adegan yang bikin kena banget dan membuat berderai air mata adalah ketika salah satu ibu dari siswa LPPA ini menyampaikan “testimoni”. Sebut saja ibu A, dengan emosional dan ngalir banget ekspresinya menceritakan bagaimana anaknya diterima dengan sangat baik di LPPA ini, padahal di sekolah sebelumya “sang anak unik” ini jadi korban bully. MasyaAlloh, anak yang orang luar anggap sebagai “anak autis” diterima sebagai anak yang unik oleh LPPA ini dan dianggap bebal untuk diajar, ternyata saat ini sudah mampu menghapal Al-Quran sebanyak 2 juz (mungkin saat tulisan ini rampung, hapalannya sudah lebih banyak).

Dan tidak hanya 1 anak unik di sekolah ini, ada beberapa anak unik lainnya. Dan filem itu mampu merekam dan menggambarkan pada orang luar (seperti saya) hingga akhirnya paham bahwa setiap anak itu unik dan cerdas. Hal yang membuat banyak orang menilai keunikan sebagai masalah adalah ketika mereka menganggap semua anak itu harus menerima metode pengajaran yang seragam. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s