Ibu Ihsaan

The power of Emak-emak

Wanita adalah makhluk yang lemah. Beuuh… quotes basi menurut saya mah. Dan kalau ada wanita yang merasa dirinya lemah, hai dirimuuu bangunlah! Hehe… ceritanya menggebu-gebu nih 😌😌😌

Setelah jadi ibu muda yang lebih pasnya disebut emak rempong. Saya jadi tahu bahwa saya kuat. Ya, kuat dalam arti sebenarnya. 

Ngangkat galon, tabung gas, beras? okay! Gendong sebelah tangan ihsaan yang notabenenya di atas 11kg sambil naik tangga dan tangan sebelahnya lagi bawa tumpukan baju? okay! Gendong ihsaan di pinggang sambil tangan kanan oseng-oseng di wajan?okay! Bangun pagi siapin sarapan lanjut beres-beres rumah terus nyuci baju nyetrika tanpa ART? Okay! Ternyata banyak yang “okay!” Saya awalnya mengenali dan menilai sendiri sebagai sosok yang dependence pada orang lain terutama pasangan. Ternyata ketika saya harus hanya berdua saja dengan ihsaan saya menemukan kekuatan yang saya tidak pernah tahu sebelumnya.

Saya pun bisa melawan ketakutan saya ketika menjadi seorang ibu. Saya mengenal diri sebagai seorang penakut , qadarullah saat ini suami yang bertugas di Medan selalu dinas keluar kota (apalagi bulan ini banyak banget 😭😭) ternyata saya berani untuk tinggal berdua di rumah dengan ihsaan. Saya yang takut gelap, harus tetap tenang ketika di depan Ihsaan. Karena saya sedang mendidik ihsaan, dan saya tidak mau ihsaan menjadi penakut seperti saya. 

Terima kasih ya Alloh, alhamdulillah dengan hadirnya ihsaan Kau telah memberikan jalan bagi saya untuk menemukan diri saya yang lebih kuat dan insyaAlloh lebih baik. Aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s